Kamis, 16 Februari 2017

Penemu Jaringan Wifi

Hedy Lamarr 
Hedy Lamarr adalah seorang aktris dan matematikawan Austria-Amerika yang terkenal karena kecantikannya dan menjadi bintang kontrak besar pada "Zaman Keemasan" MGM.

Ia adalah aktris Hollywood yang pernah dijuluki sebagai 'wanita paling cantik di dunia'. Lahir di Wina Austria, 9 November 1914, wanita yang memiliki nama asli Hedwig Maria Keisler ini awalnya adalah seorang pemain film Extase, yang menyedot perhatian produser Hollywood.

Dia akhirnya menjadi aktris Hollywood terkenal dan mengganti namanya dengan Hedy Lamarr. Dia berhasil membintangi banyak film terkenal yang membuat nama Hedy Lamarr semakin melambung, seperti film White Cargo (1942) dan The Female Animal (1957).

Selain berbakat memerankan karakter di film, Dia juga pandai dalam hal teknologi. Hedy Lamarr mematenkan ide yang disebut dengan sistem komunikasi rahasia pada tahun 1942, yang merupakan pondasi penting teknologi ponsel dan komunikasi.

Teknologi pengendali jarak jauh Ciptannya digunakan untuk Perang Dunia II saat itu. Penemuannya tersebut adalah awal dari penemuan ponsel, WiFi, Bluetooth, GPS, yang kini sangat populer.

Berbakat di bidang matematika, Lamarr bersama komponis George Antheil menemukan sebuah teknik komunikasi spektrum sebar dan perpindahan frekuensi pertama yang diperlukan untuk melakukan komunikasi nirkabel sejak zaman pra-komputer sampai sekarang.


Penemuan spektrum sebar pindah frekuensi

Komponis avant garde George Antheil, putra imigran Jerman sekaligus tetangga Lamarr, telah bereksperimen dengan pengendalian instumen musik secara otomatis, termasuk musiknya untuk Ballet Mécanique, yang awalnya ditulis untuk film abstrak karya Fernand Léger tahun 1924. Musik otomatis karyanya berupa beberapa pianola yang dimainkan secara bersamaan.

Lamarr memperkenalkan idenya ke Antheil dan bersama-sama mengirimkan ide sistem komunikasi rahasia tersebut pada bulan Juni 1941. Tanggal 11 Agustus 1942, US Patent 2,292,387 diberikan kepada Antheil dan "Hedy Kiesler Markey," nama nikah Lamarr pada waktu itu. Versi awal pindah frekuensi ini adalah pemanfaatan rol piano untuk berpindah-pindah di 88 frekuensi dan bertujuan agar torpedo yang dipandu radio sulit terdeteksi musuh. Meski mereka mempresentasikan teknik ini di hadapan Angkatan Laut A.S., ide ini ditolak dan tidak diadopsi.

Ide ini baru diterapkan di Amerika Serikat pada tahun 1962 oleh kapal-kapal militer A.S. saat memblokir Kuba setelah patennya kedaluwarsa. Karena mungkin pengembangannya terhambat, paten ini baru diketahui publik pada tahun 1997 ketika Electronic Frontier Foundation memberi penghargaan kepada Lamarr atas kontribusinya. Dilaporkan bahwa pada tahun 1998, pengembang teknologi nirkabel asal Ottawa, Wi-LAN, Inc. "membeli 49 persen klaim paten ini dari Lamarr dengan nilai saham yang tidak disebutkan" (Eliza Schmidkunz, Inside GNSS), padahal paten yang kedaluwarsa seharusnya dianggap tidak bernilai. Antheil meninggal dunia tahun 1959.

Ide pindah frekuensi Lamarr dan Antheil menjadi dasar teknologi komunikasi spektrum sebar masa kini, seperti Bluetooth, COFDM yang dipakai oleh koneksi jaringan Wi-Fi, dan CDMA pada telepon nirkabel. Paten Secrecy Communication System oleh Blackwell, Martin, dan Vernam tahun 1920 (1598673) tampaknya menjadi dasar komunikasi untuk paten Kiesler dan Antheil, yang memanfaatkan teknik ini untuk mengendalikan torpedo.

Lamarr ingin bergabung dengan National Inventors Council, namun anggota NIC Charles F. Kettering dan rekan-rekannya meminta agar ia membantu upaya perang saja dengan memanfaatkan status selebritinya untuk menjual Obligasi Perang.


Kematian

Hedy Lamarr  meninggal pada 19 Januari 2000 saat berusia 85 tahun. Sertifikat Kematiannya dikutip tiga penyebab: gagal jantung, penyakit katup jantung kronis, dan penyakit jantung arteriosclerotic. Hari kematiannya bertepatan dengan ulang tahun ke-55 putrinya Denise. Anaknya Anthony Loder mengambil abunya ke Austria dan menyebarkannya di Vienna Woods, sesuai dengan keinginan terakhir Hedy Lamarr.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar