Jumat, 17 Februari 2017

Penemu GPS

Bila kita mengetikkan kata kunci "Penemu GPS" di Google, maka terdapat tiga nama yang ditampilkan yakni Ivan A. Getting, Bradford Parkinson, dan Roger L. Easton. hal itu tentu saja membuat kita bingung, siapa sebenarnya penemu GPS pertama kali? atau ketiga orang tersebut menemukannya secara bersamaan?

Dalam artikel saya di bawah ini akan dibahas tuntas siapa sebenarnya yang menemukan GPS, serta sejarah penemuannya.

Dikutip dari en.wikipedia.org, GPS ditemukan oleh tiga ilmuwan yakni Roger Lee Easton, Bradford Parkinson, dan Ivan A. Getting.


Roger Lee Easton

Roger Lee Easton
Roger Lee Easton (April 30, 1921 - 8 Mei 2014) adalah seorang ilmuwan / fisikawan Amerika yang merupakan penemu pokok dan desainer dari Global Positioning System (GPS).

George W. Bush memberikan penghargaan kepada Easton, National Medal of Technology untuk "prestasi perintis yang luas dalam pelacakan pesawat ruang angkasa, navigasi dan teknologi timing yang menyebabkan perkembangan NAVSTAR-Global Positioning System (GPS)" pada tahun 2006. The National Medal of Technology adalah gelar tertinggi yang diberikan untuk teknologi.

Pada tanggal 31 Maret 2010, Easton dilantik sebagi Penemu Nasional Hall of Fame dan diberi NIHF Medal of Honor untuk pengembangan Jangka waktu navigasi ( timation - US Patent 3789409) yang tersedia baik posisi yang akurat dan tepat waktu untuk terestrial berdasarkan pengamat, sebuah fondasi penting bagi global Positioning Systems kontemporer.

Selama karirnya di Naval Research Laboratory, Easton dianugerahi:
The Distinguished Civilian Service Award (1960)
The Institute of Navigation's Colonel Thomas L. Thurlow Navigation Award (1978)
The Naval Space Surveillance Center established the Roger L. Easton Science and Engineering Award (1991)
Inducted into the GPS Hall of Fame (1996)
Magellanic Premium (1997)
12th Sheikh Salam Al-Ali Al-Sabah Informatics Badge of Honor from His Highness, the Amir of Kuwait, for Easton's role as the "Prime Inventor of GPS" (2013)


Bradford Parkinson

Bradford Parkinson
Bradford Parkinson (16 Februari 1935) adalah seorang insinyur dan penemu Amerika, dan kolonel terbaik Angkatan Udara Amerika Serikat yang dikenal sebagai bapak dari Global Positioning System.


NAVSTAR Project

Pada tahun 1973, sebagian berkat pengaruh mentornya, General William W. Dunn, Parkinson ditugaskan untuk program yang baru lahir dari Angkatan Udara disebut Project 621B. Program ini merupakan kolaborasi navigasi yang berfokus antara Aerospace Corporation dan Angkatan Udara, dengan sebagian besar teknologi yang dimiliki oleh Aerospace. Dia dengan cepat menjadi de facto manajer operasi dan direktur.

Ketika Parkinson mengambil alih 621B, program ini dalam tahap awal, dengan sebagian besar pekerjaan yang teoritis. Tanggung jawab Parkinson bergeser untuk mengelola program, dan memastikan bahwa Pentagon dan Kongres Amerika Serikat sepenuhnya mendukung inisiatif. Pada tahun 1978 pertama yang dikerjakan adalah prototipe dari sistem GPS diluncurkan. 621B dialihkan ke program NAVSTAR lebih besar, dan, daripada mengambil posisi administrasi di Pentagon, Parkinson memutuskan untuk pensiun dari Angkatan Udara.


Penemuan

Dimulai saat Sputnik diluncurkan pada tahun 1957, ada kesadaran di masyarakat aeronautika dan militer bahwa beberapa jenis sistem navigasi berbasis satelit adalah teknis layak - dan bahkan mungkin, dalam beberapa bentuk. Angkatan Laut Amerika Serikat bereksperimen dengan teknologi sejak dini, meluncurkan jaringan satelit navigasi bernama Transit di 1960. TRANSIT terutama digunakan untuk melacak ICBM pada kapal selam, dan terbatas pada dua dimensi. Selain itu, akurasi terbatas pada dua mil, yang pada waktu itu, dianggap dekat batas teoritis dari teknologi.

Sepanjang tahun 1960 Bradford bekerja terus pada satelit navigasi. Beberapa proyek tambahan diluncurkan di berbagai organisasi yang berbeda, termasuk Aerospace Corporation, non-profit R & D laboratorium di Amerika Serikat, Laboratorium Fisika Terapan, dan Naval Surface Weapons Pusat . Namun, setiap organisasi beroperasi secara independen, dan, mengingat pentingnya potensi teknologi militer, sejumlah proyek dirahasiakan. Selain itu, hasil awal dari pengujian akurasi tinggi yang mengecewakan. Pentagon skeptis publik dari sistem navigasi berbasis satelit, karena mereka percaya akurasi akan selalu terlalu miskin untuk menjadi nilai substansial.


Ivan Alexander Getting

Ivan Alexander Getting (18 Januari 1912 - 11 Oktober 2003) adalah seorang fisikawan dan insinyur listrik Amerika, dikreditkan sebagai pengembang Global Positioning 

System (GPS). Dia adalah Pemimpin (yang lainnya adalah Louis Ridenour ) dari kelompok riset yang mengembangkan SCR-584, pelacakan microwave sistem kontrol api otomatis, yang memungkinkan senjata anti-pesawat untuk menghancurkan persentase yang signifikan dari V-1 bom terbang Jerman diluncurkan melawan London di akhir Perang Dunia Kedua .


Pengertian GPS

Sistem Pemosisi Global (bahasa Inggris: Global Positioning System (GPS)) adalah sistem untuk menentukan letak di permukaan bumi dengan bantuan penyelarasan (synchronization) sinyal satelit. Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke Bumi. Sinyal ini diterima oleh alat penerima di permukaan, dan digunakan untuk menentukan letak, kecepatan, arah, dan waktu. Sistem yang serupa dengan GPS antara lain GLONASS Rusia, Galileo Uni Eropa, IRNSS India.


Sejarah GPS

Sistem ini dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, dengan nama lengkapnya adalah NAVSTAR GPS (kesalahan umum adalah bahwa NAVSTAR adalah sebuah singkatan, ini adalah salah, NAVSTAR adalah nama yang diberikan oleh John Walsh, seorang penentu kebijakan penting dalam program GPS). Kumpulan satelit ini diurus oleh 50th Space Wing Angkatan Udara Amerika Serikat. Biaya perawatan sistem ini sekitar US$750 juta per tahun, termasuk penggantian satelit lama, serta riset dan pengembangan.

GPS Tracker atau sering disebut dengan GPS Tracking adalah teknologi AVL (Automated Vehicle Locater) yang memungkinkan pengguna untuk melacak posisi kendaraan, armada ataupun mobil dalam keadaan Real-Time. GPS Tracking memanfaatkan kombinasi teknologi GSM dan GPS untuk menentukan koordinat sebuah obyek, lalu menerjemahkannya dalam bentuk peta digital.

Pada dasarnya, bentuk sistem teknologi GPS sama dengan sistem navigasi radio pangkalan pusat, seperti LORAN dan Decca Navigator yang dikembangkan pada tahun 1940-an dan digunakan selama Perang Dunia II. Inspirasi pembuatan sistem GPS sebenarnya datang dari Uni Soviet yang pada saat itu, tahun 1957, meluncurkan satelit pertama mereka, Sputnik.

Sebuah tim ilmuwan AS yang dipimpin oleh Dr. Richard B. Kershner saat itu memonitor transmisi radio Sputnik. Mereka menemukan bahwa Efek Doppler berpengaruh pada transmisi radio, di mana sinyal frekuensi yang ditransmisi Sputnik sangat tinggi saat baru diluncurkan dan semakin rendah seiring dengan satelit menjauhi bumi. Mereka menyadari bahwa dengan mengetahui letak bujur lokasi mereka dengan tepat di peta dunia, mereka mampu melacak posisi satelit tersebut mengorbit berdasarkan tolak ukur penyimpangan Efek Doppler.

Transit, satelit sistem navigasi pertama yang digunakan oleh Angkatan Laut AS sukses diujicobakan pertama kali pada tahun 1960. Sistem yang menggunakan kumpulan dari lima satelit ini mampu menentukan posisi sekali tiap jamnya. Pada tahun 1967, AL AS mengembangkan satelit Timation yang membuktikan kemampuannya dengan menetapkan waktu yang akurat di angkasa, merupakan teknologi acuan sistem GPS. Tahun 1970-an, Sistem Navigasi Omega pangkalan pusat, berdasarkan pembandingan fase sinyal, menjadi sistem navigasi radio pertama yang meliputi seluruh dunia.

Satelit percobaan pertama Block-I GPS diluncurkan pada Februari 1978. Satelit-satelit GPS pertama kali dibuat oleh Rockwell International (sekarang merupakan bagian dari Boeing) dan sekarang dibuat oleh Lockheed Martin (IIR/IIR-M) dan Boeing (IIF).


Kegunaan GPS

Militer, GPS digunakan untuk keperluan perang, seperti menuntun arah bom, atau mengetahui posisi pasukan berada. Dengan cara ini maka kita bisa mengetahui mana teman mana lawan untuk menghindari salah target, ataupun menetukan pergerakan pasukan.
Navigasi, GPS banyak juga digunakan sebagai alat navigasi seperti kompas. Beberapa jenis kendaraan telah dilengkapi dengan GPS untuk alat bantu nivigasi, dengan menambahkan peta, maka bisa digunakan untuk memandu pengendara, sehingga pengendara bisa mengetahui jalur mana yang sebaiknya dipilih untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Sistem Informasi Geografis, Untuk keperluan Sistem Informasi Geografis, GPS sering juga diikutsertakan dalam pembuatan peta, seperti mengukur jarak perbatasan, ataupun sebagai referensi pengukuran.
Sistem pelacakan kendaraan, Kegunaan lain GPS adalah sebagai pelacak kendaraan, dengan bamtuan GPS pemilik kendaraan/pengelola armada bisa mengetahui ada dimana saja kendaraannya/aset bergeraknya berada saat ini.
Pemantau gempa, Bahkan saat ini, GPS dengan ketelitian tinggi bisa digunakan untuk memantau pergerakan tanah, yang ordenya hanya mm dalam setahun. Pemantauan pergerakan tanah berguna untuk memperkirakan terjadinya gempa, baik pergerakan vulkanik ataupun tektonik.

Penemu Buku Elektronik


Michael Stern Hart
Michael Stern Hart adalah seorang Penulis Amerika, yang dikenal sebagai penemu buku elektronik (eBook) dan pendiri Proyek Gutenberg (PG), proyek pertama untuk membuat eBook yang tersedia secara bebas melalui Internet. Ia menerbitkan eBooks sebelum internet ada melalui ARPANET, jaringan BBS dan server Gopher.

Hart mengabdikan hidupnya setelah mendirikan PG pada tahun 1971 untuk digitalisasi dan mendistribusikan literatur dari karya dalam domain publik dengan hak cipta gratis dan kadaluarsa. Ebooks pertama (etexts) yang diketik dalam Format teks biasa dan diterbitkan sebagai file teks; format lain yang tersedia kemudian. Hart mengetik sebagian besar awal ebook miliknya; kemudian relawan menyebarluaskannya.


Biografi

Michael Hart lahir pada tanggal 8 Maret 1947 di Tacoma, Washington. Ayahnya adalah seorang akuntan dan ibunya, seorang mantan cryptanalyst selama Perang Dunia II, adalah seorang manajer di toko ritel. Pada tahun 1958 keluarganya pindah ke Urbana, Illinois, dan ayah dan ibunya menjadi dosen di Shakespeare studi dan pendidikan matematika, masing-masing. Hart menghadiri University of Illinois, lulus hanya dalam waktu dua tahun dengan gelar di Human Machine Interface-. Dia kemudian sekolah di sana tetapi tidak sampai lulus. Dia jugasempat menjadi seoarang musisi jalanan walau hanya sebentar.

Hart meninggal pada 6 September 2011 karena serangan jantung di rumahnya di Urbana, Illinois pada usia 64 tahun.


Penemuan eBook

Pada tahun 70an saat Hart masih menjadi mahasiswa di University of Illinois, Hart diberi kesempatan mengakses komputer utama kampusnya. Saat itu ia berpikir apa yang bisa ia lakukan dengan komputer itu.

Ide tentang ebook kemudian muncul saat Hart berada di sebuah supermarket saat melakukan perjalanan ke berbagai tempat. Di tahun 2002, dalam sebuah wawancara Hars mengungkapkan hal itu:

"Kebetulan saya berhenti di IGA, sebuah supermarket lokal. Saat itu kami baru saja merayakan ulang tahun Amerika ke 200 dan banyak salinan dokumen sejarah yang dibagikan pada masyarakat termasuk di supermarket itu yang juga diberikan pada konsumen. Saya tengah mencoba mengambil makanan dari ransel saat saya tanpa sengaja mengambil sebuah dokumen Deklarasi Kemerdekaan Amerika. Dan saat itu ide untuk membuat ebook muncul."

"Saya berpikir apakah saya bisa melakukan sesuatu dengan komputer, lebih dari sekedar mengetik naskah kemerdekaan. Sesuatu yang bisa bertahan sampai 100 tahun. Dan kemudian lahirlah Project Gutenberg."

Naskah kemerdekaan Amerika adalah dokumen pertama yang dibuat Harts dalam bentuk ebook. Saat ini Project Gutenberg telah menjadi perpustakaan online yang memiliki lebih dari 36 ribu ebook, di luar buku-buku yang memiliki copyright.

Penemu 4G LTE

Dr. Eng. Khoirul Anwar
Dr. Eng. Khoirul Anwar adalah seorang ilmuwan Indonesia. Ia dikenal sebagai pemilik paten teknologi broadband yang menjadi standard internasional ITU, baik untuk sistem teresterial (di bumi) maupun satelit (di luar angkasa).  Dr. Eng. Khoirul Anwar, penemu sekaligus pemilik paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing).


Masa muda

Dr. Khoirul Anwar lahir di Kediri tahun1978. Ia adalah anak dari pasangan (almarhum) Sudjiarto dengan Siti Patmi. Sejak kecil, Khoirul punya minat tinggi terhadap sains. Hampir semua buku-buku sains dilahapnya. Di sela-sela waktu belajarnya, Khoirul kecil sangat suka membaca buku teori ilmuwan ternama seperti Albert Einstein dan Michael Faraday, bahan bacaan yang terbilang 'berat' bagi anak sesusianya. Anwar bermimpi tinggi ingin menjadi the next Einstein dan Faraday yang bisa menciptakan teori baru.

Cita-cita luhurnya nyaris gagal karena terbentur sulitnya keadaan. Pada 1990, ayah Khoirul meninggal dunia ketika dirinya baru lulus sekolah dasar. Namun tekadnya justru semakin kuat untuk sekolah setinggi-tingginya. Saat bersekolah di SMAN 2 Kediri, Khoirul berusaha keras menghemat pengeluaran agar ibunya tak terbebani.

Dia sempat jatuh sakit karena terlalu irit makan. Prestasinya di sekolah pun menurun. Namun semua jerih payah itu terbayar ketika pada akhirnya dia lulus Teknik Elektro (Telekomunikasi) dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia lulus pada 2000 sebagai salah satu wisudawan terbaik. Iapun wisudawan terbaik fakultas teknologi industri (FTI) dan tiga wisudawan terbaik se-ITB tahun 2000.

Sebagai bentuk penghargaan Khoirul didaulat menjadi pembicara pada wisudawan ITB, Oktober 2000.

Iapun sempat bekerja di perusahaan IT di Jakarta selama sekitar dua tahun. Kemuadian Khoirul berjuang memperoleh beasiswa magister yang ditawarkan Panasonic Jepang. Dia memang memperoleh beasiswa tersebut, sayangnya tak lolos seleksi universitas yang diinginkannya di Tokyo. Dia juga gagal dalam ujian bahasa Jepang.

Setelah gagal dalam tes, Ia memutuskan untuk pindah ke universitas lain di Jepang, yakni NAIST. Hasil kerja kerasnya memperlihatkan hasil. Dia merampungkan S2-nya di NAIST (Nara Institute of Science and Technology NAIST) pada 2005 dan S3-nya di kampus yang sama di 2008.

Pendidikan


  • SD Negeri Juwet 2 (1990).
  • SMP Negeri 1 Kunjang (1993).
  • SMA Negeri 2 Kediri (1996).
  • S1 Teknik Elektro ITB (2000).
  • S2 Nara Institute of Science and Technology NAIST (2005).
  • S3 Nara Institute of Science and Technology NAIST (2008).


Latar Belakang

Ia telah menemukan teknik transmisi wireless dengan dua buah fast Fourirer transform (FFT), yaitu FFT kecil dan (I)FFT besar (dua pada transmitter dan dua pada receiver). Teknik ini mendapatkan penghargaan pada Januari 2006 dari IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) tahun 2006, di California dan menjadi standard international telecommunication union (ITU), ITU-R S.1878 and ITU-R S.2173.

Teknologi ini (beserta modifikasinya untuk multiple access) menjadi basis dari single carrier frequency division multiple access (SC-FDMA) yang dipakai pada uplink 4G LTE. Keuntungan dari penggunaan dua FFT tersebut adalah: (1) mampu meminimalkan dinamic range power sehingga efisien dan tahan terhadap nonlinearity pada amplifier, dan (2) untuk mendapatkan efek frequency diversity (karena FFT kecil/pertama melakukan "spreading" atau redundansi yang disebar ke seluruh subcarrier di (I)FFT besar/kedua) sehingga memiminalkan error pada penerima. Teknik ini sangat bermanfaat untuk sistem komunikasi broadband yang disertai dengan channel coding (karena efek broadband menyebabkan terjadinya frequency selectivity yang baru bisa diambil manfaatnya dengan menggunakan channel coding). Teknik ini telah dipatenkan tahun 2005 dengan mendapatkan full support (dana) dari pemerintah Jepang.


Penemuan OFDM tanpa Cyclic Prefix

OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) merupakan teknik modulasi untuk komunikasi wireless broadband yang tahan melawan frekuensi selective fading dan interferensi narrowband dan efisien menghadapi multi-path delay spread. Untuk mencapai hal tersebut, OFDM membagi aliran data high-rate mejadi aliran rate yang lebih rendah, yang kemudian dikirimkan secara bersama pada beberapa sub-carrier. OFDM biasanya memerlukan cyclic prefix (CP) sehingga efek channel circulant bisa diperoleh. Circulant pada channel ini sangat memudahkan perhitungan karena keberadaan FFT/IFFT pada OFDM. OFDM hanya menggunakan satu (I)FFT para transmitter dan satu FFT para receiver. Hanya saja penggunaan CP ini justru membuat transmisi data tidak efisien, karena CP sebenarnya symbol yang di-copy kemudian dikirimkan (tidak mengandung informasi).

Namun dengan konsep yang diusulkan oleh Khoirul bersama kolega, yaitu dengan equalization berantai, disebut chained turbo equalization (CHATUE), CP (juga guard interval) mampu dihilangkan sama sekali namun tidak mengurangi performance dari system. CP ini bisa dihilangkan dengan memanfaatkan dan mengumpulkan energi yang tersebar di awal dan di belakang blok data yang sedang diproses. Ini mirip dengan proses pengumpulan energi genki dama pada serial animasi Dragon Ball. Temuan Khoirul Anwar ini kemudian mendapatkan penghargaan Young Scientist Encouragement award pada Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC) 2010-Spring yang digelar 16-19 Mei 2010, di Taiwan. Kini hasil temuan yang telah dipatenkan itu digunakan oleh sebuah perusahaan elektronik besar asal Jepang. Asisten Profesor berusia 31 tahun itu dapat mematahkan anggapan yang awalnya ‘tak mungkin’ di dunia telekomunikasi. Kini sebuah sinyal yang dikirimkan secara nirkabel, tak perlu lagi diperisai oleh guard interval (GI) untuk menjaganya kebal terhadap delay, pantulan, dan interferensi. Turbo equalizer akan membatalkan interferensi sehingga sinyal bisa diterima.

Dengan mengenyahkan CP atau GI, dan memanfaatkan dekoder turbo, secara teoritis malah bisa menghilangkan rugi daya transmisi karena tak perlu mengirimkan daya untuk GI. Hilangnya GI juga bisa diisi oleh parity bits yang bisa digunakan untuk memperbaiki kesalahan akibat distorsi (error correction coding). Gagasan ini sendiri, dikerjakan Khoirul bersama Tadashi Matsumoto, profesor utama di laboratorium tempat Khoirul bekerja. Saat itu ia dan Tadashi hendak mengajukan proyek ke Kinki Mobile Wireless Center. Setelah menurunkan formula matematikanya secara konkrit, Khoirul meminta rekannya Hui Zhou, untuk membuat programnya. Metode ini mampu memecahkan problem transmisi nirkabel. Apalagi bisa diterapkan pada hampir semua sistem telekomunikasi, termasuk GSM (2G), CDMA (3G), dan cocok untuk diterapkan pada sistem 4G yang membutuhkan kinerja tinggi dengan tingkat kompleksitas rendah.

OFDM juga bisa diterapkan Indonesia, terlebih di kota besar yang punya banyak gedung pencakar langit dan daerah pegunungan. Sebab di daerah tersebut biasanya gelombang yang ditransmisikan mengalami pantulan dan delay lebih panjang. Temuan ini mendapat penghargaan Best Paper untuk kategori Young Scientist pada Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC) 2010-Spring yang digelar 16-19 Mei 2010, di Taiwan. Temuan ini telah dipatenkan tahun 2010 dan kemungkinan besar dipakai untuk teknologi masa depan yang harus tetap optimal karena tantangan sinkronisasi (karena banyaknya device yang saling terhubung).

Berkat temuannya, kini internet berkecepatan tinggi bisa dirasakan banyak orang. Meski mungkin sebuah ironi, di saat Indonesia baru kedatangan 4G LTE, negara lain banyak yang sudah mencicipinya beberapa tahun lalu. Sementara penemu teknologinya justru putra Indonesia.

Yang membuat iri, di Jepang misalnya, negeri tempat Khoirul menimba ilmu dan mempresentasikan 4G LTE pertama kali, sudah punya jaringan seluler super cepat yang bisa dinikmati bahkan di daerah pegunungan.

Penemu Tongsis - Anindito Respati Giyardani

Anindito Respati Giyardani, atau adalah orang Indonesia asal bandung yang telah menemukan Tongkat narsis atau tongkat eksis atau disingkat tongsis (bahasa Inggris: Selfie stick).

Di keluarga ia dipanggil Aa (sebutan kakak di sunda), teman-temannya menyebut si galing (rambut kribo), kadang juga disebut si botak, tapi yang lebih familiar Dito. Semenjak punya anak ia ingin sekali punya panggilan yang sangat gampang diucapkan oleh anaknya jadi akhirnya diputuskan dengan panggilan “BABAB”. Babab bukan berarti singkatan dari buang air besar agak banyak. Akhirnya pemakaian nama Babab juga dipakai oleh beberapa temen-temennya dan dirinya sendiri membiasakan memakai nama Babab Dito, supaya nanti kalo anaknya sudah besar, temen-temennya gak manggilnya Om tapi tetap manggil Babab.


Asal-usul penemuan tongsis

Tongkat narsis atau tongkat eksis atau disingkat tongsis (bahasa Inggris: Selfie stick) adalah alat yang digunakan untuk selfie dari jarak jauh yang berupa tongkat yang dapat dipanjangkan dengan di ujungnya terdapat tempat untuk menaruh telepon selular atau perangkat portabel lainnya. Alat ini merupakan modifikasi dari kaki-satu (monopod). Tongsis ramai digunakan seiring perkembangan telepon selular yang semakin beragam.

Alat ini pertama kali diciptakan di Jepang pada tahun 1995 dan dipatenkan oleh Anindito Respati Giyardani asal Indonesia. Tongsis masuk dalam jajaran temuan terbaik di 2014 versi majalah TIME, bersanding dengan Hoverboard, Apple Watch dan printer 3D.

Awal mula dibuatnya alat ini saat sang empunya ide melakukan kunjungan ke Thailand. Jika berwisata ke salah satu kota di Thailand para turis merasa kesulitan saat hendak merekam moment-moment saat berada di salah satu tempat wisata.

Konon masalah bahasa juga menjadi kendala saat para turis melakukan kunjungan ke negeri gajah putih tersebut. Sebagian masyarakat Thailand kurang fasih memakai bahasa asing membuat para turis memutar otak cara untuk mendapatkan rekaman foto usai melakukan kunjungan wisata.

Kemudian muncullah ide untuk membuat alat berbentuk tongkat yang bisa dipanjangkan hingga satu meter dengan di ujung tongkat terdapat tempat untuk menaruh ponsel atau perangkat portabel lainnya. Tentunya para penggila foto kamera saku sedikit lega dengan kedatangan alat yang bisa menopang aksi narsisnya tersebut. Sebab alat ini biasanya digunakan untuk pengguna yang ingin mengambil foto dalam posisi wide yang lebih luas karena keterbatasan perangkat mobile.


Pengunjung alun-alun Bandung sedang menggunakan tongsis untuk selfie
Adalah Anindito Respati Giyardani, ide bermula saat era tenarnya pelbagai aplikasi jejaring sosial.

Setelah memiliki beragam akun jejaring sosial, mulai tercetus di benak Babab untuk menciptakan peranti yang memudahkan setiap orang mengambil potret dirinya sendiri tanpa harus meminta tolong orang lain, atau yang marak disebut selfie. Ide itu kemudian tersambung lewat monopod yang dimilikinya. Kemudian, iseng-iseng ia sambungkan dengan pengikat ponsel yang biasa dipakai sekadar untuk memajang ponsel di etalase.

Setelah menemukan bentuk idealnya, Babab membawa peranti rancangannya itu pada temu komunitas iphonesia, pengguna ponsel iphone, di Labuhan Bajo. Di situ, sambil ketawa-ketawa ia sibuk selfie di tepi kapal. Temen-temennya menanyakan apa nama alat itu, ia menjawab ini tongkat ajaib yang bisa selfie dengan high-angel.

Akhirnya, satu demi satu teman sesama iphonesia mulai mengorder peranti yang kemudian beralih nama menjadi tongsis itu. Puncak kepopuleran tongsis  terjadi ketika ibu negara Ani Yudhoyono,
yang hobi fotografi, dihadiahi tongsis oleh anak-anak iphonesia. Setelah Bu Ani menyebarkan hasil jepretannya menggunakan tongsis di social media, pesananpun mengalir pada Babab.


Babab tak pernah menyangka ide yang bermula dari hobi selfie-nya ini justru mendatangkan pundi-pundi rupiah. Ia mengaku modalnya cuma satu juta, itu pun pakai kredit. Dari uang sejuta itu, tongsis mulai mendunia.


Paten

Seiring ketenaran tongsis, marak pula kreator tandingan. Melihat kondisi ini, Babab merasa kecolongan. Namun, setelah bersua Yoris Sebastian, pengusaha yang bergerak di bidang industri kreatif, Babab baru tahu, kreasinya ini bisa dipatenkan.

Enggan kecolongan lebih lama, dibantu Yoris Sebastian, Babab kemudian mendaftarkan tongsis agar memiliki hak paten. Tidak tanggung-tanggung. Pada 20 September 2012 silam, temuan tongsis ini dipatenkan hingga ke Amerika Serikat. Babab menyayangkan, meski sudah dua tahun didaftarkan, sertifikat hak paten tongsis belum juga keluar.

Kamis, 16 Februari 2017

Penemu Drone Tanpa Baling - Baling

Muhammad Rizqy Fauzan adalah remaja berusia 18 tahun lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) 26 Jakarta yang telah menemukan teknologi Drone tanpa baling-baling yang merupakan pertama kali di dunia.

Menurut remaja yang akrab dipanggil Fauzan ini, untuk mewujudkan drone tanpa baling-baling tersebut, ia mengaku terinspirasi dari konsep "Dyson Air Multiplier". Konsep ini memungkinkan udara dapat tersedot tanpa perlu bantuan baling-baling.

"Simpelnya, udara diambil dari bawah melalui sebuah tabung. Lalu dialirkan ke empat lubang yang berfungsi menerbangkan drone. Hal ini juga berkaitan dengan hukum fisika Bernoulli," ujarnya penuh semangat di Jakarta, Minggu (14/8/2016), seperti dikutip Okezone.

Penjelasan Hukum Bernoulli:Peningkatan kecepatan pada suatu aliran zat cair atau gas akan mengakibatkan penurunan tekanan pada zat cair atau gas tersebut. Hukum itulah yang coba diterapkan olehnya di dalam drone ciptaannya.

Rizqy telah melakukan percobaan Drone tersebut di area software dan kini sedang mengurus hak patennya.

“Saya masih cari material terbaik agar drone ini dapat lancar terbang di langit. Saya juga sedang mengurus patennya,” terangnya.


Prinsip kerja Drone Tanpa Baling-Baling

Drone Tanpa Baling-Baling buatan Fauzan yang diberi nama Bladeless Drone atau F-Copter tersebut merupakan drone pertama tanpa menggunakan baling-baling. Selain baling-baling, ia juga turut membuang komponen seperti ESC, motor driver, dan motor DC sehingga bisa menghemat bahan bakar dan lebih ringan.

Agar Drone buatannya dapat melayang di udara, Fauzan mengatakan bahwa drone miliknya tersebut menggunakan teknik air pressure untuk memancing udara di atas drone agar mengalir ke bawah melalui frame yang didesain sedemikian rupa. Sedangkan untuk menghasilkan tekan udara ia menggunakan kompresor mini yang dinamakan pneumatic speed, dan pneumatic turbin yang diletakkan di bagian dalam drone.

Fauzan mengatakan bahwa selama ini ia masih menggunakan mesin yang diimpor, sementara komponen lainnya seperti rangka dan bagian lainnya ia buat sendiri menggunakan mesin cetak 3D.

Dalam mengerjakan proyeknya tersebut, anak kedua dari empat bersaudara ini mengaku telah menghabiskan waktu kurang lebih selama bulan dengan  besaran biaya sekira Rp5 jutaan. Meskipun begitu, saat ini drone miliknya itu masih belum bisa melakukan penerbangan karena masih belum dalam tahap final.

Ia menjelaskan bahwa saat ini terdapat kendala pada mesin cetak 3D miliknya sehingga beberapa komponen masih belum jadi dibuat.


Sumber Inspirasi 

Muhammad Rizqy Fauzan mengatakan bahwa dirinya sangat terinspirasi oleh sosok Mantan Presiden RI keempat yakni Bacharudin Jusuf Habibie. Oleh karena itu ia bercita-cita ingin menjadi seorang ilmuwan yang dapat dikenang seperti sosok Habibie.

Menurut Fauzan, perjuangan Habibie dalam menuntut ilmu di Eropa sana sangat menginspirasi dirinya, meskipun sempat diianggap remeh oleh orang Eropa.

Saat ini dia baru saja lulus dari sekolah menengah kejuruan dan berniat untuk mengembangkan drone buatannya tersebut. Semasa di bangku sekolah, dia pernah mengikuti kejuaraan lomba coding dengan menyabet juara pertama dan menjadi salah satu perwakilan Indonesia di ajang Maker Faire 2016 di Singapura.

Dia berharap bisa melanjutkan studi di Singapore University of Technology and Design yang merupakan impiannya selama ini

Bill Moggridge Penemu Laptop

Bill Moggridge adalah seorang desainer Inggris, penulis dan pendidik yang ikut mendirikan perusahaan desain IDEO dan direktur dari Cooper-Hewitt, National Design Museum di New York. Selain itu Ia adalah seseorang yang pertama kali mendesain sebuah clamshell PC yang akhirnya bertransformasi menjadi laptop saat ini. Dia lahir pada 25 Juni 1943 dan meninggal pada 8 September 2012.

Pendidikan dan awal karir 

Moggridge mempelajari  industri desain tahun 1962-1965 di Central School of Art and Design, London, pada tahun 1965, ia pergi ke Amerika Serikat untuk mencari peluang sebagai seorang desainer dan mendapat pekerjaan pertamanya sebagai seorang desainer untuk Amerika Sterilizer Co di Erie, Pennsylvania, merancang peralatan rumah sakit. Pada tahun 1969, Moggridge kembali ke London untuk belajar tipografi dan komunikasi.

Pada tahun 1969 Moggridge mendirikan perusahaan pertamanya dengan nama Moggridge Associates, di lantai atas rumahnya di London. Desain industri pertamanya adalah pemanggang roti untuk Hoover Inggris. Pada tahun 1972, dia bekerja pada proyek komputer pertamanya, Komputer Mini untuk Komputer Teknologi Ltd, Inggris, yang tidak diproduksi. Pada tahun 1973.

Laptop Pertama

Pada tahun 1979  Moggridge kembali ke AS untuk membuka kantor lain, yang disebut ID Dua, terletak di Palo Alto, California. Klien awal adalah GRID Sistem. Pada 1980 dia membangun clamshell PC pertama yang diberi nama GRiD Compass 1100 yang memiliki berat 5,5 Kg.

Setelah mendesain sebuah clamshell PC dirinya bersama GRiD System, produsen GRiD Compass 1100, mematenkan sistem desain clamshell tersebut. Namun dunia cukup beruntung Moggridge dan GRiD System tak pernah menuntut siapapun yang menggunakan prinsip desain clamshel PC-nya, tak seperti raksasa IT masa kini yang saling perang paten.


Bill Moggridge berhasil merancang apa yang secara luas dianggap sebagai komputer laptop pertama, GRID kompas. Casing Magnesiumnya didesain berbeda layarnya yang ditutup di atas keyboard, Laptop pertama ini dijual dengan harga $ 8,150 (£ 5,097) dan dibawa pada setiap misi pesawat ulang alik 1983-1997.

GRiD Compass 1100 selain menjadi laptop pertama juga menjadi komputer portabel pertama yang digunakan oleh Militer Amerika Serikat. GRiD Compass 1100 juga pernah dibawa oleh misi penerbangan antariksa NASA. Komputer portabel tersebut dibawa oleh misi antariksa Discovery pada awal 80-an karena kepraktisan dan performanya.

Selain mendesain GRiD Compass 1100, Moggridge juga merupakan pendiri IDEO, sebuah grup desain. Dirinya bersama IDEO merupakan penemu mouse Apple pertama dan desain PDA Palm V.

Bill Moggridge meninggal 8 September 2012 pada usia 69 karena kanker. Ia meninggalkan satu istri Karin dan dua anak laki laki Alex dan Erik.

Zainuddin Nafarin Penemu Antivirus Smadav

Zainuddin Nafarin adalah seorang ahli dalam teknologi informatika dan komputer (TIK), dan dikenal sebagai pakar antivirus komputer. Ia merupakan pencipta anti virus lokal Smadav.

Zainuddin Nafarin lahir di Amuntai, Kalimantan Selatan, pad September 1990. ia merupakan anak pertama dari empat bersaudara putra pasangan Rojiannoor dan Marhamah. Ia adalah murid Sekolah Menegah Umum 2 Pahandut Palangka Raya, Kalimantan Tengah kelas XI IA 1.


Awal mula kenal Anti Virus

Zainuddin menciptakan SmadAV pada tahun 2006, Smadav tercipta bukan karena ia cinta almamater, tapi karena awal mulanya (secara tak sengaja) ia mengenal Visual Basic di laboratorium komputer SMAN-2 Palangkaraya pada sekitar pertengahan tahun 2006.

Suatu hari pada pertengahan 2006, bersama teman-teman sekelas, Zainuddin mengikuti praktikum komputer di lab sekolah. Materi yang diajarkan seputar sejumlah program utama di Microsoft Office.

Tapi, lantaran sudah cukup menguasai, Zainuddin justru bosan. Saat itulah dia iseng mengeklik beberapa shortcut di komputer. Perhatiannya seketika tersedot pada program Visual Basic (VB), sebuah aplikasi tentang bahasa pemrograman yang belum pernah dikenalnya.

Zainuddin kemudian mencari bahan seputar VB untuk dipelajari dan dipraktikkan sendiri. Sebagian besar bahan tutorial tersebut dikumpulkan dari internet. Ketika itu, dua hari sekali, dia ke warnet (warung internet) terdekat yang berjarak sekitar 5 km dari rumahnya.

Dari aktivitasnya di dunia maya itu pula Zai kemudian ikut masuk di komunitas online vbbego.net. Komunitas tersebut berisi orang-orang yang memiliki ketertarikan yang sama dengan bahasa pemrograman lewat VB. Seiring maraknya virus komputer yang bertebaran pada kurun 2006–2007, arah diskusi di forum tersebut banyak membicarakan topik cara menciptakan virus.


Lahirnya Smadav v1.0

Beberapa bulan setelah itu lahirlah Smadav v1.0. Tetapi karena kesibukannya dalam mengikuti Olimpiade matematika, akhirnya pengembangan SmadAV ditunda hingga diselesaikan pada tahun 2008. Smadav pertama kali diciptakan di kota Palangkaraya, tapi lokasi pengembangannya lebih banyak memakan tempat di daerah Jogjakarta dikarenakan kesibukannya kuliah di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada.

SmadAV mulai Zainuddin kembangkan sejak Oktober 2006 (waktu itu Zainuddin Nafarin masih kelas XI atau 2 SMA). Sejak ada beberapa temannya yang meminta Zainuddin agar membersihkan komputernya dari virus-virus lokal yang menjengkelkan, padahal Zainuddin sendiri juga masih cukup awam tentang virus lokal waktu itu. Ada 2 yang membuatnya jengkel disini, pertama virus lokalnya sendiri. Kedua, Zainuddin Nafarin harus datang ke rumah masing-masing teman Zainuddin Nafarin tersebut untuk “membantu” membersihkan virus lokal di komputernya secara manual. Karena hal inilah mau tidak mau harus mau agar teman Zainuddin Nafarin tetap terbantu dan Zainuddin Nafarin tidak repot lagi, sejak saat itu Zainuddin mulai mengembangkan aplikasi SmadAV.

Zainuddin Nafarin menamakannya SmadAV karena SMA Zainuddin Nafarin adalah SMAN-2 Palangkaraya, biasa dipanggil Smada. Jadi, SmadAV=Smada+AV (Smada Antivirus). Kenapa harus smada? Karena Zainuddin Nafarin baru mulai mempelajari programming sejak awal kelas XI (sejak Zainuddin Nafarin menemukan Visual Basic di lab Smada) dan bahkan Zainuddin Nafarin baru punya komputer saat pertengahan kelas X.

Zainuddin Nafarin mengembangkan SmadAV sejak Oktober 2006, hingga akhirnya berhenti di bulan Mei 2007 dan baru dimulai lagi sekarang. dikarenakan pada Mei 2007 Zainuddin akan mengikuti Olimpiade Matematika tingkat Provinsi waktu itu . Dan ia berpikir untuk sementara ia harus berkonsentrasi terlebih dahulu ke Olimpiade. Tetapi karena Zainuddin (kebetulan) lolos lagi sampai tingkat Nasional, mau tidak mau Zainuddin tetap konsentrasi di Olimpiade sampai akhir Oktober 2007.

Setelah Olimpiade berakhir, lagi-lagi Zainuddin masih berpikir belum memungkinkan untuk kembali mengembangkan SmadAV, dikarenakan waktu itu Zainuddin kembali harus bersiap untuk menghadapi ujian nasional (karena ia telah duduk di kelas XII). Zainuddin berpikir sejak awal, ia harus bersiap-siap untuk belajar habis-habisan, karena bukan hanya untuk menghadapi UN (yang banyaknya 6 mata pelajaran) tapi juga Tes Masuk Universitas. Setelah semuanya berakhir dan (untungnya) Zainuddin bisa diterima di UGM di Jurusan Matematika, Zainuddin Nafarin pikir saat inilah waktu yang tepat untuk mengembangkan lagi SmadAV.


Pada akhir 2009 jumlah pengguna Smadav mencapai seribu komputer. Tapi, kini pengguna Smadav sudah mencapai sekitar 8 juta komputer. Tidak sedikit pengguna dari luar negeri. Beberapa di antara mereka tertarik untuk menjalin kerja sama bisnis dengan Zainuddin. Dia mencontohkan, ada orang Malaysia yang menyatakan siap menjadi penjual produk Smadav di negaranya. Begitu pula orang dari Afrika.

Setelah lulus dari UGM pada 2013, Zai kembali ke Palangkaraya untuk mengelola dan mengembangkan Smadav.


Tentang Smadav [Sumber]

Smadav adalah perangkat lunak antivirus yang ditujukan untuk mengatasi varian virus komputer lokal maupun internasional yang menyebar di Indonesia. Antivirus ini memiliki versi gratis dan berbayar setelah sebelumnya sempat berupa perangkat lunak derma.

Logo Smadav merupakan simbol objek mustahil berwarna hijau. Pembuatnya memilih simbol tersebut karena kesederhanaannya dan warna hijau karena melambangkan kedamaian.

Fitur yang ditawarkan oleh antivirus ini antara lain Smad-Lock dan SmaRTP. Smad-Lock merupakan folder yang berfungsi untuk mengamankan file dalam alat penyimpanan data dari serangan virus, sedangkan SmaRTP berfungsi untuk mencegah eksekusi file virus dari alat penyimpanan data.

Biasanya antivirus tidak bisa di-install bersamaan dengan antivirus lainnya, dikarenakan antivirus dirancang untuk menjadi pelindung utama dari virus pada sebah sistem komputer. Namun tidak demikian dengan antivirus Smadav, dimana antivirus ini dirancang sebagai proteksi tambahan untuk sistem komputer, sehingga bisa dipastikan dapat berjalan dengan baik meskipun sudah ada antivirus lain yang ter-instal di sistem komputer, dengan kata lain Smadav berfungsi sebagai lapis kedua setelah antivirus utama yang ter-instal pada PC

Pada saat mulai dijalankan, Smadav mengecek komputer pengguna di balik layar. Jika ada virus yang ditemukan, maka akan langsung dimatikan dulu sebelum antarmuka Smadav ditampilkan.

Jika Smadav gagal melakukan pembersihan berkas, berkas tersebut akan dikarantina. Beberapa kemungkinan yang menyebabkan kegagalan pembersihan berkas adalah bergabungnya tubuh virus dengan berkas dokumen atau disembunyikan di tempat yang tak terjangkau